Instylekorea.com — Aktris Hayoung membantah keras tudingan yang menyebutkan bahwa kakek buyutnya, Ahn Sang-ho, memiliki keterkaitan dengan aktivitas pro-Jepang. Pihak agensi Hayoung, Bistus Entertainment, mengonfirmasi bahwa kakek buyut sang aktris memang bernama Ahn Sang-ho, namun klaim mengenai aktivitas pro-Jepang tersebut dianggap tidak berdasar.
Sebelumnya, Hayoung sempat menarik perhatian publik setelah mengungkapkan bahwa ia berasal dari keluarga dokter yang telah turun-temurun selama empat generasi. Hal ini diungkapkan Hayoung saat menjadi bintang tamu bersama Jung Hae-in dalam promosi drama “Love, This Damn Love” di kanal YouTube Netflix Korea.
Dalam kesempatan tersebut, Hayoung membenarkan ketika MC Yoo Byung-jae menanyakan soal latar belakang keluarganya yang berprofesi sebagai dokter. “Ayah, kakek, dan kakek buyut saya semuanya adalah dokter,” ungkap Hayoung. Ia menambahkan bahwa kakek buyutnya merupakan salah satu orang pertama yang membuka klinik pengobatan Barat di Hanyang pada masanya. Hayoung juga menyebutkan bahwa kakaknya adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam.
Hayoung juga pernah berbagi cerita serupa dalam program “Problem Child in House” di KBS2. Ia menceritakan bahwa kakek buyutnya, setelah menempuh pendidikan kedokteran di Jepang, mendirikan salah satu klinik gaya Barat pertama di Hanyang. Disebutkan pula bahwa kakek buyutnya pernah merawat Kaisar Gojong.
Spekulasi mengenai keterkaitan kakek buyut Hayoung dengan aktivitas pro-Jepang muncul setelah seorang pengguna internet menghubungkannya dengan sosok Ahn Sang-ho. Ahn Sang-ho tercatat pernah menempuh pendidikan di Sekolah Kedokteran Universitas Jikei Tokyo pada tahun 1898 dan lulus ujian praktik kedokteran pada tahun 1902.
Ia kemudian kembali ke Korea dan melayani Yi Kang. Ahn Sang-ho dilaporkan pernah merawat Kaisar Gojong bersama dokter Jepang, Moriyasu Ranchiki, ketika Kaisar Gojong mengalami pendarahan otak pada tahun 1919.
Munculnya rumor tersebut diduga berasal dari sebuah artikel di surat kabar Taehan Maeil Sinbo pada tahun 1918. Artikel tersebut menyebutkan bahwa Ahn Sang-ho, yang menikahi wanita Jepang, menjalani gaya hidup ala Jepang. Pemberitaan ini merupakan bagian dari laporan resmi Pemerintah Jenderal Chōsen.
Ikuti Instylekorea.com